finfeng.com – Pulau Haruku yang terletak di Maluku Tengah (sebelah timur Pulau Ambon) merupakan salah satu pulau di gugusan Kepulauan Lease yang masih sangat kental dengan adat istiadat dan kelestarian alamnya. Berbeda dengan pulau wisata lainnya yang komersial, Haruku menawarkan pesona wisata berbasis budaya adat, fauna endemik yang dilindungi, serta situs sejarah kolonial yang autentik.
Daya Tarik Utama
– Desa Wisata Haruku (Pelestarian Burung Maleo)
– Benteng New Zealand (Fort Nieuw Zeeland)
– Mata Air Panas & Air Terjun
Fasilitas Wisata
– Akomodasi
– Kuliner
– Transportasi
Harga Tiket
– Situs Alam & Benteng: Gratis (tidak ada loket tiket resmi).
– Kunjungan Adat & Penangkaran Burung: Sistem donasi sukarela atau biaya pemandu lokal adat berkisar antara Rp20.000 – Rp50.000 yang dimasukkan ke kas desa untuk mendukung perawatan habitat Burung Maleo dan kebersihan situs bersejarah.
Waktu Berkunjung Terbaik
– Bulan Oktober – Desember dan Februari – April: Kondisi perairan di Laut Banda cenderung tenang, sehingga penyeberangan menggunakan speedboat kecil dari Ambon jauh lebih aman.
– Saat Tradisi Buka Sasi Lompa: Jika Anda ingin melihat festival budaya yang sangat meriah, datanglah saat pelaksanaan upacara adat “Buka Sasi”. Ribuan masyarakat akan turun ke sungai dan laut untuk memanen ikan secara serempak menggunakan jaring tradisional setelah ritual adat selesai.
Jam Operasional
– Kawasan Situs & Penangkaran: Efektif dikunjungi pukul 08.00 – 17.00 WIT.
– Catatan Penting: Sebelum menjelajahi Pulau Haruku, wisatawan wajib melapor ke Kepala Desa (Raja) atau Tetua Adat setempat sebagai bentuk penghormatan dan demi keselamatan selama berada di wilayah hukum adat pulau tersebut.















































