finfeng.com – Pulau Saparua yang terletak di Maluku Tengah merupakan salah satu pulau di gugusan Kepulauan Lease yang menyimpan nilai sejarah perjuangan bangsa yang sangat kental. Pulau ini menawarkan kombinasi menakjubkan antara wisata benteng kolonial, tapak tilas pahlawan nasional Kapitan Pattimura, pantai pasir putih, hingga tradisi pembuatan gerabah kuno.
Daya Tarik Utama
– Benteng Duurstede
– Rumah Singgah & Monumen Kapitan Pattimura
– Desa Tradisional Ouw
– Pantai Kulur & Pantai Wano
Fasilitas Wisata
– Akomodasi
– Kuliner
– Transportasi
Harga Tiket
– Benteng Duurstede: Tiket masuk berkisar antara Rp5.000 – Rp10.000 per orang.
– Rumah Pattimura & Desa Adat Ouw: Gratis (tidak ada tiket resmi), namun wisatawan diharapkan mengisi buku tamu dan memberikan donasi sukarela seikhlasnya (sekitar Rp10.000 – Rp20.000) untuk dana perawatan/kebersihan tempat.
– Pantai Alami (Kulur/Wano): Umumnya gratis, terkadang hanya dikenakan tarif parkir
kendaraan sekitar Rp2.000 – Rp5.000.
Waktu Berkunjung Terbaik
– Bulan Oktober – Desember dan Februari – April: Ini adalah waktu terbaik karena cuaca cerah dan kondisi perairan di Laut Banda sangat teduh (tidak berombak besar). Hal ini sangat krusial karena akses utama ke Saparua mengandalkan transportasi laut berupa speedboat atau kapal feri dari Pulau Ambon.
– 15 Mei: Jika Anda ingin menyaksikan Hari Peringatan Perjuangan Pattimura, berkunjunglah pada pertengahan bulan Mei di mana biasanya digelar upacara adat, prosesi obor abadi dari Gunung Saniri, serta festival budaya yang meriah.
Jam Operasional
– Benteng Duurstede: Buka setiap hari pukul 08.00 – 17.30 WIT (waktu terramai adalah jam 4 sore karena posisi benteng sangat pas untuk melihat matahari terbenam).
– Rumah Singgah Pattimura & Pengrajin Ouw: Fleksibel, umumnya menerima kunjungan wisatawan dari pukul 08.00 – 17.00 WIT.















































