Technology

Mulai 1 Oktober, Balasan Chat WhatsApp Business Untuk Penerima Sekitar Rp356,65/Pesan Sebelum Pajak

0
Please log in or register to do it.

finfeng.com – Mulai 1 Oktober, terdapat perubahan penting pada skema biaya WhatsApp Business Platform yang perlu diperhatikan oleh bisnis yang menggunakan WhatsApp resmi/API untuk melayani pelanggan.

Salah satu perubahan yang menjadi perhatian adalah balasan chat dari bisnis yang masuk dalam kategori pesan Service akan mulai diperhitungkan berdasarkan jumlah pesan yang dikirim.

Apa yang Berubah?

Selama ini, bisnis dapat membalas pertanyaan pelanggan melalui WhatsApp resmi dalam jendela layanan pelanggan. Dengan adanya perubahan skema biaya, penggunaan pesan Service akan diperhitungkan berdasarkan jumlah pesan yang dikirim oleh bisnis.

Artinya, semakin banyak percakapan yang ditangani melalui WhatsApp resmi, semakin penting bagi bisnis untuk memantau jumlah pesan yang dikirim dan biaya yang muncul.

Bagaimana Perhitungannya?

Untuk bisnis yang menggunakan WhatsApp Business Platform, pesan yang dikirim dapat masuk ke dalam kategori tertentu, salah satunya Service.

Pesan Service pada dasarnya digunakan untuk memberikan respons terhadap pertanyaan atau permintaan pelanggan.

Terdapat pula kuota pesan Service gratis bulanan sebelum biaya tambahan dikenakan. Karena itu, bisnis sebaiknya mulai mencatat dan memantau volume chat sejak awal periode.

Kenapa Bisnis Perlu Bersiap?

Bagi bisnis dengan volume percakapan yang tinggi, perubahan ini dapat memengaruhi biaya operasional layanan pelanggan.

Misalnya, bisnis yang setiap hari menerima banyak pertanyaan mengenai:

  • Harga dan produk

  • Status pesanan

  • Konfirmasi pembayaran

  • Jadwal layanan

  • Informasi pengiriman

  • Komplain pelanggan

  • Pertanyaan setelah pembelian

Mulai sekarang, bisnis dapat melakukan beberapa langkah sederhana:

  1. Pantau jumlah chat dan balasan yang dikirim melalui WhatsApp resmi.

  2. Pisahkan penggunaan WhatsApp resmi dan WhatsApp biasa agar tidak terjadi kesalahan perhitungan.

  3. Evaluasi pola komunikasi customer service untuk melihat berapa banyak pesan yang dikirim setiap hari.

  4. Gunakan template dan otomatisasi secara tepat agar komunikasi lebih terstruktur.

  5. Siapkan estimasi biaya bulanan berdasarkan rata-rata volume pesan.

  6. Pantau ketentuan tarif terbaru karena biaya dapat berbeda berdasarkan kategori pesan dan negara tujuan.

DPR Panggil Hotman Paris, Ada Apa dengan 2 BUMN Yang Kalah Arbitrase Internasional

Reactions

Nobody liked ?